Hubungan antara Teman Sebaya dan Kecederungan Anoreksia Nervosa pada Remaja Surabaya

Authors

  • Kholifatul Mardiah Universitas Airlangga
  • Ira Nurmala Universitas Airlangga

Keywords:

kecenderungan anoreksia nervosa, remaja, teman sebaya

Abstract

Setiap remaja pasti mengalami perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangan, namun remaja berisiko mengalami masalah kesehatan seperti gangguan makan. Adapun diagnosa gangguan makan yang memiliki resiko mortalitas yang tinggi dibanding bumilia nervosa adalah anoreksia nervosa. karakteristik remaja yang cenderung bergantung pada teman sebaya, berisiko dalam perubahan perilaku, apabila berupa tekanan dari teman sebaya dapat berisiko pada perilaku makan menyimpang. Maka, pada penelitian berikut bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan anoreksia nervosa dan teman sebaya pada remaja Surabaya. adapun metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dan obsevasional deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan februari – maret 2022, maka penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Selain itu teknik analisis yang digunakan adalah bivariate dan univariat dengan menggunakan uji spearman. Dari 286 siswa diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan terarah antara kecenderungan anoreksia nervosa dan teman sebaya. berdasarkan hasil penelitian, diperlukan deteksi dini yang lebih massif sebagai langkah pencegahan terjadinya anoreksia nervosa.

References

Abdullah, S. M. (2019) ‘Social Cognitive Theory ’:, PSIKODIMENSIA, 18(1), pp. 85–100. doi: 10.24167/psidim.v18i1.1708.

American Psychiatric Association (2013) Diagnostic And Statistical Manual Of Mental Disorders. 5th edn. Edited by D. V Jeste et al. Washington: American Psychiatric Association.

Ammar, E. N. and Nurmala, I. (2020) ‘Analisis Faktor Sosio-Kultural terhadap Dimensi Body Image pada Remaja’, Journal of Health Science and Prevention, 4(1), pp. 23–31. doi: 10.29080/jhsp.v4i1.255.

Aula, Y. N. and Nurhayati, F. (2020) ‘Hubungan Literasi Kesehatan Dengan Perilaku Kesehatan Siswa Sekolah Menengah Atas Di Kota Surabaya’, Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 8(1), pp. 139–144. Available at: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/issue/archive.

Azwar, S. (1993) ‘Kelompok Subjek Ini Memiliki Harga Diri Yang Rendah"; Kok, Tahu...?’, Buletin Psikologi, 2, pp. 13–17. doi: 10.22146/bpsi.13160.

Batubara, J. R. (2016) ‘Adolescent Development (Perkembangan Remaja)’, Sari Pediatri, 12(1), p. 21. doi: 10.14238/sp12.1.2010.21-9.

Cahyono, A. P. and Muhammad, H. N. (2017) ‘Perbandingan Tingkat Kebugaran Jasmani Antara Siswa Jurusan IPA dan Jurusan IPS (Studi pada Siswa Kelas X SMAN 12 Surabaya)’, Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 05(02), pp. 152–157. Available at: http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/issue/archive.

Carter, J. C. and Bewell-Weiss, C. V. (2011) ‘Nonfat phobic anorexia nervosa: Clinical characteristics and response to inpatient treatment’, International Journal of Eating Disorders, 44(3), pp. 220–224. doi: 10.1002/eat.20820.

Chairani, L.- (2018) ‘Body Shame dan Gangguan Makan Kajian Meta-Analisis’, Buletin Psikologi, 26(1), pp. 12–27. doi: 10.22146/buletinpsikologi.27084.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya (2020) Profil Kesehatan 2019, Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Surabaya. Available at: https://www.researchgate.net/publication/269107473_What_is_governance/link/548173090cf22525dcb61443/download%0Ahttp://www.econ.upf.edu/~reynal/Civil wars_12December2010.pdf%0Ahttps://think-asia.org/handle/11540/8282%0Ahttps://www.jstor.org/stable/41857625.

Eli, K. (2018) ‘Striving for liminality: Eating disorders and social suffering’, Transcultural Psychiatry, 55(4), pp. 475–494. doi: 10.1177/1363461518757799.

Fhadila, K. D. (2017) ‘Menyikapi Perubahan Perilaku Remaja’, Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 2(2), pp. 17–23. Available at: https://jurnal.iicet.org/index.php/jpgi/article/view/220.

Gorwood, P. et al. (2016) ‘New insights in anorexia nervosa’, Frontiers in Neuroscience, 10(JUN), pp. 1–21. doi: 10.3389/fnins.2016.00256.

Hebebrand, J. and Bulik, C. M. (2011) ‘Critical appraisal of the provisional DSM-5 criteria for anorexia nervosa and an alternative proposal’, International Journal of Eating Disorders, 44(8), pp. 665–678. doi: 10.1002/eat.20875.

Irawan, A. W. et al. (2021) Laporan Survei Internet APJII 2019 - 2020 (Q2). Jakarta.

Isra, R. I. (2017) ‘Kelompok Sebaya dan Perilaku Makan Menyimpang Remaja SMA di Jakarta’, MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 21(2), pp. 263–283. doi: 10.7454/mjs.v21i2.4624.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2018) Laporan Provinsi Jawa Timur Riskesdas 2018.

Krummel, D. A. and Kris-Etherton, P. M. (1996) Nutrition in Women’s Health. 1st edn. Maryland: Aspen Publishers, Inc. Available at: https://books.google.co.id/books?id=ardUS3d5QPQC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=true.

Laila, N. N. (2013) Faktor-faktor yang mempengaruhi Gangguan makan pada Remaja di MA Pembangunan UIN Jakarta. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mahanani, M. P. et al. (2020) ‘Pelatihan Konsep Diri Remaja Putri untuk Membangun Pemahaman Tentang Standar Kecantikan’, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kumawula, 3(3), pp. 449–456. doi: https://doi.org/10.24198/kumawula.v3i3.28134.

Monks, F. J., Knoers, A. M. . and Siti Rahayu, H. (2019) Psikologi perkembangan : pengantar dalam berbagai bagiannya. 1st edn. Edited by Siti. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Murray, S. B. et al. (2013) ‘Masculinity and femininity in the divergence of male body image concerns’, Journal of Eating Disorders, 1(11), pp. 1–8. Available at: http://www.embase.com/search/results?subaction=viewrecord&from=export&id=L372011167%5Cnhttp://www.jeatdisord.com/content/1/1/11%5Cnhttp://dx.doi.org/10.1186/2050-2974-1-11%5Cnhttp://ezproxy.mh.org.au:2048/login?url=http://linksource.ebsco.com/linking.aspx.

Mustelin, L. et al. (2016) ‘The DSM-5 diagnostic criteria for anorexia nervosa may change its population prevalence and prognostic value’, Journal of Psychiatric Research. Pergamon, 77, pp. 85–91. doi: 10.1016/J.JPSYCHIRES.2016.03.003.

Normate, E. S., Nur, M. L. and Toy, S. M. (2017) ‘Hubungan Teman Sebaya, Citra Tubuh Dan Pola Konsumsi Dengan Status Gizi Remaja Putri’, Unnes Journal of Public Health, 6(3), p. 141. doi: 10.15294/ujph.v6i3.17016.

Ogden, J. (2010) The Psychology of Eating. 2nd edn. Chichester: Wiley-Blackwell. Available at: http://www.ghbook.ir/index.php?name=مجموعه مقالات دومین هم اندیشی سراسری رسانه تلویزیون و سکولاریسم&option=com_dbook&task=readonline&book_id=13629&page=108&chkhashk=03C706812F&Itemid=218&lang=fa&tmpl=component.

Prahara, S. A. (2014) ‘Peran Kecenderungan Kepribadian Narsistik Terhadap Kecenderungan Anorexia Nervosa Pada Model Perempuan’, Jurnal Sosio-Humaniora, 5(1), pp. 44–54. Available at: http://lppm.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2015/03/Peran-Kecenderungan-Kecenderungan-Kepribadian-Narsistik-terhadap-Kecenderungan-Anorexia-Nervosa-Pada-Model-Perempuan.pdf.

Pramitasari, S. A. (2020) ‘Ratusan Remaja Perempuan Alami Tekanan Sosiokultural’, Jawa Pos, pp. 13, 19.

Pritasari, Damayanti, D. and Lestari, N. T. (2017) GIZI DALAM KEHIDUPAN. 2017th edn. Edited by H. Kurniawati, B. A. Darmanto, and Sapriyadi. Indonesia: Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Available at: http://library1.nida.ac.th/termpaper6/sd/2554/19755.pdf.

Putri, R. (2016) Hubungan Antara Ketidakpuasan Tubuh Terhadap Kecenderungan Anoreksia Nervosa Pada Remaja Perempuan. Airlangga.

Rymarczyk, K. (2021) ‘The role of personality traits, sociocultural factors, and body dissatisfaction in anorexia readiness syndrome in women’, Journal of Eating Disorders. Journal of Eating Disorders, 9(1), pp. 1–10. doi: 10.1186/s40337-021-00410-y.

Sakinah (2018) ‘“Ini Bukan Lelucon”: Body Shaming, Citra Tubuh, Dampak dan Cara Mengatasinya’, Jurnal Emik, 1(1), pp. 53–67.

Sari, T. I. and Rosyidah, R. (2020) ‘PENGARUH BODY SHAMING TERHADAP KECENDERUNGAN ANOREXIA NERVOSA PADA REMAJA PEREMPUAN DI SURABAYA’, Personifikasi, 11(2), pp. 202–217. doi: https://doi.org/10.21107/personifikasi.v11i2.9105.

Stice, E. et al. (2020) ‘Weight suppression increases odds for future onset of anorexia nervosa , bulimia nervosa , and purging disorder , but not binge eating disorder’. Oxford University Press, pp. 1–7.

Swarjana, I. K. (2016) Statistik Kesehatan. 1st edn. Edited by A. A. C. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.

Tresna, K. A. A. D., Sukamto, M. E. and Tondok, M. S. (2021) ‘Celebrity worship and body image among young girls fans of K-pop girl groups’, HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal, 18(2), pp. 100–111. doi: 10.26555/humanitas.v18i2.19392.

WHO (2014) Adolescent health, world health organisation. Available at: https://www.who.int/health-topics/adolescent-health#tab=tab_1 (Accessed: 5 November 2020).

World Health Organization (2007) ‘Meaning of adolescence and its implication for public health’, in Handout for Module Orientation Programme on Adolescent Health for Health-care Providers. Switzerland: WHO, pp. B3–B19.

Wulandari, A. (2014) ‘Karakteristik Pertumbuhan Perkembangan Remaja dan Implikasinya Terhadap Masalah Kesehatan dan Keperawatannya’, Jurnal Keperawatan Anak, 2, pp. 39–43. Available at: https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKA/article/view/3954.

Downloads

Published

2022-09-09

How to Cite

Mardiah, K. ., & Nurmala, I. (2022). Hubungan antara Teman Sebaya dan Kecederungan Anoreksia Nervosa pada Remaja Surabaya. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(4), 979–988. Retrieved from https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/228