Model Prediksi Kejadian Stunting pada Balita Berdasarkan Faktor Personal Ibu dan Pola Asuh

Authors

  • Yulia Wardita Universitas Wiraraja
  • Eka Meiri Kurniyati Universitas Wiraraja
  • Cory Nelia Damayanti Universitas Wiraraja
  • Mujib Hannan Universitas Wiraraja
  • Emdat Suprayitno Universitas Wiraraja

DOI:

https://doi.org/10.32583/keperawatan.v14i4.580

Keywords:

balita, pola asuh, stunting

Abstract

Masalah gizi di Indonesia meliputi penurunan berat badan, stunting, wasting dan defisiensi mikronutrien, serta masalah kelebihan gizi yang semakin meningkat yang ditandai dengan tingginya angka obesitas di kalangan bayi, remaja dan dewasa. Dari tahun 2018 hingga 2021, prevalensi stunting menunjukkan jumlah penurunan sebesar 9,3%. Dengan angka prevalensi 23,5%, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan angka stunting yang cukup tinggi. Kabupaten Sumenep merupakan Kabupaten yang terletak di Jawa Timur dengan jumlah angka prevalensi stunting balita yakni 28,9%. Desain penelitian cross-sectional digunakan dalam penelitian analitik observasional ini.  Populasi penelitian ini mengikutsertakan seluruh ibu dengan balita yang mengalami stunting di bawah usia 5 tahun di seluruh Puskesmas Kabupaten Sumenep tahun 2022, sebanyak 1862 ibu balita. Sampel pada penelitian sebanyak 92 responden. Hasil Penelitian ini menjelaskan bahwa kejadian infeksi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. Pengetahuan dan pola asuh ibu berpengaruh signifikan terhadap ketaatan dalam melakukan imunisasi. Imunisasi menjadi faktor untuk mengurangi kejadian infeksi yang dapat berpengaruh signifikan terhadap secara kejadian stunting balita. Perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan stunting yang dapat dilakukan dengan pemberian informasi (penyuluhan) yang komprehensif merupakan salah satu saran dari penelitian ini.

References

Ahmaniyah, A., Aulia, A., Sarti, S., Suprayitno, E., & Sulistyorini, R. (2021). Perilaku dan Budaya pada Kejadian Anemia Pra Hamil di Pesisir Legung. Jurnal Keperawatan, 13(4), 947-952.

Apriluana, D. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita ( 0-59 Bulan ) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Litbangkes, 28(4), 247–256.

Fatonah, S., Jamil, N., & Risviatunnisa, E. (2020). Hubungan Pola Asuh Ibu Dalam Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Leuwigajah Cimahi Selatan Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Budi Luhur, 13(2), 293–300

Kusumawati, E., Rahardjo, S., & Sari, H. P. (2015). Model Pengendalian Faktor Risiko Stunting pada Anak Bawah Tiga Tahun. Kesmas: National Public Health Journal, 9(3), 249–256. https://doi.org/10.21109/kesmas.v9i3.572

Apriluana, D. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita ( 0-59 Bulan ) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Litbangkes, 28(4), 247–256.

Fatonah, S., Jamil, N., & Risviatunnisa, E. (2020). Hubungan Pola Asuh Ibu Dalam Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Leuwigajah Cimahi Selatan Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Budi Luhur, 13(2), 293–300.

Kusumawati, E., Rahardjo, S., & Sari, H. P. (2015). Model Pengendalian Faktor Risiko Stunting pada Anak Bawah Tiga Tahun. Kesmas: National Public Health Journal, 9(3), 249–256. https://doi.org/10.21109/kesmas.v9i3.572

Mugianti, S., Mulyadi, A., Anam, A. K., & Najah, Z. L. (2018). Faktor Penyebab Anak Stunting Usia 25-60 Bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(3), 268–278. https://doi.org/10.26699/jnk.v5i3.art.p268-278

Ngaisyah, R. D. (2015). Hubungan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Kanigoro, Saptosari Gunung Kidul. Jurnal Medika Respati, 10(4), 65–70.

Oktarina, Z., & Sudiarti, T. (2013). Faktor Risiko Stunting Pada Balita (24—59 Bulan) Di Sumatera. Jurnal Gizi Dan Pangan, 8(3), 175–180. https://doi.org/10.25182/jgp.2013.8.3.177-180

Ulfah, I. F., & Nugroho, A. B. (2020). Menilik Tantangan Pembangunan Kesehatan di Indonesia : Faktor Penyebab Stunting di Kabupaten Jember. 8090, 201–213.

Wardita, Y., Suprayitno, E., & Kurniyati, E. M. (2021). Determinan Kejadian Stunting pada Balita. Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(1), 7–12. https://doi.org/10.24929/jik.v6i1.1347

Zurhayati, Z., & Hidayah, N. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19. https://doi.org/10.36341/jomis.v6i1.1730

Anugraheni, H.S., & Kartasurya, M. I. (2012). Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan di kecamatan Pati Kabupaten Pati. Journal of Nutrition College. 11(1) 590-605.

Aramico, Basri, Sudargo, Toto, & Susilo, Joko. (2016). Hubungan sosial ekonomi, pola asuh, pola makan dengan stunting pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 1(3), 121–130.

Charismanda, S. B., & Pramudaningsih, I. N. (2017). Pengaruh Pemberian Imunisasi Bcg Terhadap Kejadian Penyakit Tbc Pada An. L Di Desa Kedungwaru Lor Kecamatan Karanganyar Demak. Jurnal Profesi Keperawatan (JPK), 4(1).

Hidayati, N. (2021). Berat Badan dan Panjang Badan Lahir Meningkatkan Kejadian Stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(1), 8-8.

Izah, N., Zulfiana, E., & Rahmanindar, N. (2020). Analisis sebaran dan determinan stunting pada balita berdasarkan pola asuh (status imunisasi dan pemberian ASI eksklusif). Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 11(1), 27-32.

Lubis, R., Panggabean, M., & Yulfi, H. (2018). Pengaruh Tingkat pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap penyakit kecacingan pada Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 17(1), 39-45.

Mwilike, B. et al. (2018) ‘Knowledge of danger signs during pregnancy and subsequent healthcare seeking actions among women in Urban Tanzania: A cross-sectional study’, BMC Pregnancy and Childbirth. BMC Pregnancy and Childbirth, 18(1), pp. 1–8. doi: 10.1186/s12884-017-1628-6.

Putri, D. K., & Zuiatna, D. (2018). Faktor yang mempengaruhi perilaku ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di wilaya kerja puskesmas Satria Kota Tebing Tinggi. Jurnal Bidan Komunitas, 1(2), 104-114.

Rahmawati, S., Ragayasa, A., & Suprayitno, E. (2021). Pola Nutrisi Ibu Hamil Berpengaruh terhadap Pertumbuhan Berat Janin pada Usia Kehamilan 20-36 Minggu. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 11(4), 721-730.

Rifiana, A. J., & Agustina, L. (2018). Analisis kejadian stunting pada balita di desa pasirdoton kecamatan cidahu kabupaten sukabumi provinsi jawa barat tahun 2017-2018. Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, 4(2).

Rosliana, L., Widowati, R., & Kurniati, D. (2020). Hubungan Pola Asuh, Penyakit Penyerta, Dan Pengetahuan Ibu Dengan Status Gizi Pada Anak Usia 12-24 Bulan di Posyandu Teratai Wilayah Kerja Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang Tahun 2020. Syntax, 2(8), 415-428.

Say, L. et al. (2014) ‘Global causes of maternal death: a WHO systematic analysis.’, The Lancet Global Health, 2(6), pp. e323-33. doi: 10.1016/S2214-109X(14)70227-X.

Supariasa, B.B. & Fajar. (2012). Penilaian status gizi. Jakarta: EGC.

Suparmi, S., Masitoh, S., Rizkianti, A., Maisya, I. B., Saptarini, I., Susilowati, A., ... & Nurmansyah, M. I. (2019). Pendampingan Mahasiswa Dan Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan, Nifas Dan Bayi Baru Lahir Di Tujuh Kabupaten/Kota Di Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan, 18(3), 192-200.

UNICEF. (2013). Improving child nutrition, the achievable imperative for global progress. United Nations Children’s Fund. New

Downloads

Published

12/25/2022

How to Cite

Wardita, Y., Kurniyati, E. M., Damayanti, C. N. ., Hannan, M. ., & Suprayitno, E. . (2022). Model Prediksi Kejadian Stunting pada Balita Berdasarkan Faktor Personal Ibu dan Pola Asuh . Jurnal Keperawatan, 14(4), 1047–1056. https://doi.org/10.32583/keperawatan.v14i4.580