Perbedaan Tingkat Nyeri yang Diberikan Terapi Kompres Dingin pada Pasien Post Operasi Arthroscopy Osteoarthritis Genu

Authors

  • Ulfah Nuraini Karim Faculty of Nursing and Midwifery, Universitas Binawan
  • Puji Astuti Wiratmo Faculty of Nursing and Midwifery, Universitas Binawan
  • Ni Wayan Soni Departemen Medical Surgical Nursing, OMNI Hospital

Keywords:

arthroscopy, kompres dingin, nyeri, osteoarthritis genu

Abstract

Osteoarthritis (OA) genu merupakan suatu kelainan sinovial di sendi genu salah satunya ditandai dengan timbulnya nyeri sehingga membutuhkan tindakan arthroscopy. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan kompres dingin pada pasien osteoarthritis genu post operasi arthroscopy di Instalansi Rawat Inap Rumah Sakit Omni Alam Sutera Tahun 2019. Penelitian pra eksperimen rancangan comparison dengan pola pretest-posttest group design menggunakan sampel pasien osteoarthritis genu yang telah dilakukan operasi arthroscopy  sebanyak 30 pasien secara teknik total sampling dengan rata-rata skala nyeri sesudah diberikan terapi kompres dingin adalah 2,79. Pengolahan data analisa bivariat menggunakan uji Paired t test. Penelitian di dapatkan lebih banyak pada pasien usia >60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki sehingga ambang nyeri pasien rendah yang mana bisa di lihat pada sebelum pemberian kompres dan sesudah didapatkan kategori skala ringan dengan selesih rata-rata 1,111. Semua pasien osteoarthritis genu post operasi arthroscopy sebelum diberikan terapi kompres dingin mengalami nyeri sedang dan mengalami penurunan setelah diberikan kompres dingin. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi kompres dingin berdasarkan pengalaman pada pasien osteoarthritis genu post operasi arthroscopy di Instalansi Rawat Inap Rumah Sakit Omni Alam Sutera Tahun 2019 (p = 0.000). Kesimpulan: Kompres dingin dapat diberikan pada pasien osteoarthritis genu post operasi arthroscopy untuk mengurangi nyeri yang dirasakan pasien. Perawat diharapkan dapat memberikan intervensi manajemen nyeri secara mandiri dengan memberikan kompres dingin pada pasien osteoarthritis genu post operasi arthroscopy sesuai keadaan pasien.

 

References

Andarmoyo, S. (2013). Konsep Dan Proses Keperawatan Nyeri. Ar-Ruzz.Yogyakarta

Ayu et al. (2017). The Intervention of Microwave Diathermy And Slow Stroke Back Massage Is More Effective Than Microwave Diathermy And William Flexion Exercise To Improve Functional Ability In Individual With Myogenic Low Back Pain. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 6(2), 5–10.

Breslin, M., Lam, P., & Murrell, G.A (2015). Accute Effect of Cold Therapy on Knee Skin Surface Temperature: Gel Pack Versus Ice Bag. BMJ Open Sport Exercise Medicine. doi : 10.1136/bmjsem-2015-000037

Hsu, H, et al. (2022). Knee Osteoarthritis. National Library of Medicine. National Institutes of Health. 1–15.

Kuntono, H. P. (2011). Nyeri Secara Umum Dan Osteoarthritis Lutut dari Aspek Fisioterapi. Muhammadiyah University Press.

Lemone, P & Burke.M.K. (2008). Medical Surgical. New Jersey: Pearson education Inc

Meliala, L., dkk. (2009). Penuntun Praktis Penanganan Nyeri Neuropatik. Kelompok Studi Nyeri PERDOSSI.

Nguyen, T. (2014). Osteoartrithis in Southeast Asia. Int. J. Clin. Rheumatol, 9 (5), 405–408.

Njoto, I. (2010). Epidemiologi Patogenesis dan Faktor Resiko Osteoarthtritis. Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Notoatmodjo S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Permatasari, W., & Amran, M. (2019). Gambaran Klinis Dan Radiologis Menurut Kellgren and Lawrence Pada Penderita Osteoarthritis Genu Yang Berobat Jalan Di Poliklinik Orthopedi RSU Anutapura Palu. Herb-Medicine Journal. 2 (1), 1–5. DOI: 10.30595/hmj.v2i1.4318

Redho A, Sofiani Y, Warongan A.(2019). Pengaruh Self Healing Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pasien Post Op. Journal of Telenursing (JOTING). 1(1). 205–214. https://doi.org/10.31539/joting.v1i1.491

Rekam Medis Rumah Sakit Omni Alam Sutera. (2019). Data Penyakit Osteoarhritis. Tangerang

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI. Jakarta. (http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf)

Sharon L. Kolasinski, Tuhina Neogi, Marc C. Hochberg, Carol Oatis, Gordon Guyatt. (2020). 2019 American College of Rheumatology/Arthritis Foundation Guideline for the Management of Osteoarthritis of the Hand, Hip, and Knee. American College of Rheumatology, 72(2), 220–233. doi : 10.1002/art.41142

Shaik, Macdermid, Birmingham & Grewal. (2015). Short Term Sensory and Cutaneous Vascular Responses to Cold Water Immersion in Patients with Distal Radius Fracture (DRF). SM Journal Orthop, 1(1), 1–8. https://www.jsmcentral.org/sm-orthopedics/fulltext_smjo-v2-1032.pdf

Tatono, W. (2018 ). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan dalam Menjalani Terapi Pada Pasien Osteoarthritis di Wilayah Pedesaan. Jurnal Ners dan Kebidanan. 5 (1), 39–45. https://doi.org/10.26699/jnk.v5i1.ART.p039-045

Xin-long Ma, Yong-cheng Hu, Kun-zheng Wang. (2022). Chinese Clinical Practice Guidelines in Treating Knee Osteoarthritis by Periarticular Knee Osteotomy. Orthopaedic Surgery, 14(5),789–806. doi : 10.1111/os.13281

Downloads

Published

08/08/2022

How to Cite

Karim, U. N., Wiratmo, P. A., & Soni, N. W. . (2022). Perbedaan Tingkat Nyeri yang Diberikan Terapi Kompres Dingin pada Pasien Post Operasi Arthroscopy Osteoarthritis Genu . Jurnal Keperawatan, 14(3), 781–788. Retrieved from http://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/338