Efektivitas Terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) pada Titik ST 36 terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) Pasien DM Tipe 2

Authors

  • Taufik Septiawan Program Studi Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Arief Budiman Program Studi DIII Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Keywords:

DM tipe 2, gula darah sewaktu, transcutaneous electrical nerve stimulation, ST 36

Abstract

Pada tahun 2030 diperkirakan sebanyak 21.3 juta penduduk indonesia menderita diabetes. Diabetes menjadi penyebab kematian tertinggi ke 3 di Indonesia. Gula darah yang terkontrol menjadi salah satu tujuan dari terapi untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes yaitu menggunakan terapi transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas dari terapi TENS dalam menurunkan gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen pretest-posttest control group. Sampel pada penelitian terdiri dari 30 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan perlakukan berupa terapi TENS dan kelompok kontrol diberikan terapi relaksasi nafas dalam. Teknik  pengambilan data menggunakan accidental sampling. Frekuensi intervensi diberikan dalam single session, terapi TENS dan Relaksasi Nafas dalam dilakukan selama 30 menit dan pengukuran gula darah di lakukan sebelum dan setelah intervensi diberikan. Analisa data menggunakan uji Paried T Test dan Independent T Test. Hasil uji Paried T Test untuk kelompok intervensi didapatkan P Value 0.000 dan kelompok kontrol 0.004 yang berarti terdapat perubahan kadar gula darah sewaktu setelah diberikan intervensi. Hasil uji statisik Independent T Test didapatkan P Value 0.000 yang artinya ada perbedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, yang mana disimpulkan terapi TENS lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien DMT Tipe 2. Saran penelitian ini terapi TENS dapat dijadikan sebagai salah satu terapi untuk membantu mengontrol kada gula darah pada penderita DM tipe 2

References

Arsalan, & Asif. (2014). Effect of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation on Acupoints in Type 2 Diabetes Mellitus – A Blood Glucose Analysis. European Academic Research , 2(1), 296–307. euacademic.org/UploadArticle/439.pdf

Asiimwe, D., Mauti, G.O., Kiconco, R., 2020. Prevalence and Risk Factors Associated with Type 2 Diabetes in Elderly Patients Aged 45-80 Years at Kanungu District. J. Diabetes Res. 2020, 1–5. https://doi.org/10.1155/2020/5152146

Belivani, M., Lundeberg, T., Cummings, M., Dimitroula, C., Belivani, N., Vasilakos, D., & Hatzitolios, A. (2015). Immediate effect of three different electroacupuncture protocols on fasting blood glucose in obese patients: A pilot study. Acupuncture in Medicine, 33(2), 110–114. https://doi.org/10.1136/acupmed-2014-010662

Brunner dan Suddarth., 2013. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Volume 2. Jakarta EGC

Chang, S.-L., Lee, Y.-C., & Lin, J.-G. (2018). Experimental Study of Electroacupuncture Therapy in Diabetes Mellitus. Experimental Acupuncturology, 119–141. https://doi.org/10.1007/978-981-13-0971-7_8

Chen, C., Liu, J., Sun, M., Liu, W., Han, J., & Wang, H. (2019). Acupuncture for type 2 diabetes mellitus: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Complementary Therapies in Clinical Practice, 36(April), 100–112. https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2019.04.004

Cho, N. H., Shaw, J. E., Karuranga, S., 2018). “IDF diabetes atlas: global estimates of diabetes prevalence for 2017 and projections for 2045,” Diabetes Reseaarch and Clinical Practice, vol. 138, no. 3, pp. 271–281, 2018.

Dias, R., Pereira, D. M., Aparecida, N., Alvim, T., Pereira, C. D., Clair, S., & Junior, G. (2017). Acupuncture in hypertension and your contributions about nursing diagnoses. 21(1), 1–7. https://doi.org/10.5935/1414-8145.20170024

Imelda, S.I., 2019. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya diabetes Melitus di Puskesmas Harapan Raya Tahun 2018. Sci. J. 8, 28–39. https://doi.org/10.35141/scj.v8i1.406

International Diabetes Federation, IDF Diabetes Atlas, eighth ed. ed., International Diabetes Federation, Brussels, Belgium, 2017.

Isnaini, N., Ratnasari, R., 2018. Faktor risiko mempengaruhi kejadian Diabetes mellitus tipe dua. J. Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah 14, 59–68. https://doi.org/10.31101/jkk.550

Johnson, M.I. (2014). Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS). Research to Support Clinical Practice. OUP Oxford. UK.

Kurniawaty, E., Yanita, B., 2016. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II 5.

Martinez, B., & Peplow, P. V. (2016). Treatment of insulin resistance by acupuncture: A review of human and animal studies. Acupuncture in Medicine, 34(4), 310–319. https://doi.org/10.1136/acupmed-2016-011074

Notoatmodjo, S., 2010. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta

Nugroho, A. E., (2011). Farnakologi obat-obat penting dalam Pembelajaran Ilmu Farmasi dan Dunia Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Prasetyani, D., Cilacap, S.A.-I.A.-I., Korespondensi, A., 2017. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diabetes Melitus (DM) TIPE 2 9.

Priyanto & Batubara, L., (2010). Farmakologi Dasar. Jakarta: Leskonfi.

Purwanto H (2016). Modul Bahan ajar cetak Keperawatan Medikal Bedah II. Jakarta. P2M2

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018

Robinson, J. M. & Saputra, L.,(2014). Visual Nursing (Medikal-Bedah). Tangerang: Bina Rupa Aksara.

Soelistijo, S., Novida, H., Rudijanto, A., Soewondo, P., Suastika, K., Manaf, A., Sanusi, H., Lindarto, D., Shahab, A., Pramono, B., Langi, Y., Purnamasari, D., & Soetedjo, N. (2015). Konsesus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe2 Di Indonesia 2015.

S. Vijan, Type 2 diabetes, Ann. Intern. Med. 152 (5) (2010) ITC3-1-1.

Tandra, H (2013). Life Healthy With Diabetes-Diabetes mengapa dan bagaimana. Yogyakarta. Rapha Publishing

Tjay, T. H. & Rahardja, K., (2010). Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan, Dan Efek-Efek Sampingnya. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Wahyuni & Eksanoto, D., 2013. Hubungan tingkat pendidikan dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi di Kelurahan Jagalan di wilayah kerja Puskesmas Pucangsawit Surakarta. J. Ilmu Keperawatan Indones. 1, 79–85.

WHO. Global Report On Diabetes. France: World Health Organization; 2016

Zhiyuan, W., Ming, Y., Jie, J., Yi, W., Mingfen, L., Zhijie, H., Zhenzhen, G., Tiansheng, H., & Pang, L. M. C. (2015). Effect of transcutaneous electrical nerve stimulation at acupoints on patients with type 2 diabetes mellitus: A randomized controlled trial. Journal of Traditional Chinese Medicine, 35(2), 134–140. https://doi.org/10.1016/s0254-6272(15)30020-0

Downloads

Published

08/01/2022

How to Cite

Septiawan, T., & Budiman, A. (2022). Efektivitas Terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) pada Titik ST 36 terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) Pasien DM Tipe 2. Jurnal Keperawatan, 14(3), 667–676. Retrieved from https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/303