https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/issue/feedJurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal2025-03-07T08:51:12+00:00Livana PHlivana.ph@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK diterbitkan pertama kali dengan ISSN versi cetak pada Volume 1 No 1 Oktober 2011 dan ISSN versi online pada Volume 7 No 1 April 2017. JIPJISK terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Artikel akan ditelaah secara peer review oleh mitra bestari dari berbagai institusi. </p>https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3724Gambaran Fleksibilitas Hamstring Mahasiswa Universitas Bali Internasional Menggunakan Alat Rancang Bangun Sit and Reach Berbasis Digital2025-03-06T22:28:30+00:00I Putu Prisa Jayaprisajaya@iikmpbali.ac.idI Made Agus Mahardianantalivana.ph@gmail.comI Gusti Agung Ngurah Devasya Putra Pratamalivana.ph@gmail.comI Nyoman Satya Indra Gunalivana.ph@gmail.com<p>Fleksibilitas adalah kemampuan suatu jaringan atau otot untuk mengalami pemanjangan semaksimal mungkin sehingga tubuh dapat bergerak dengan lingkup gerak sendi yang penuh, tanpa disertai timbulnya rasa nyeri. Faktor-faktor yang mempengaruhi fleksibilitas yaitu tipe persendian, elastis otot, ligamen bentuk tubuh, jenis kelamin, suhu dan usia. Penurunan fleksibilitas hamstring dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pemendekan otot hamstring, cedera akut ataupun kronis pada otot hamstring, menurunnya sendi panggul, aktivitas yang berlebihan, serta pola latihan yang tidak benar. Tujuan penelitian ini adalah membuat alat Sit and Reach Test Untuk Fleksibilitas Hamstring Berbasis Digital untuk melakukan latihan dan melihat gambaran fleksibilitas tubuh dari mahasiswa fisioterapi Universitas Bali Internasional. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif eksploratif. Sampel yang digunakan adalah 31 mahasiswa fisioterapi universitas bali internasional. Pengamatan pada penelitian ini adalah pengukuran langsung fleksibilitas hamstring mahasiswa menggunakan alat rancang bangun dan membandingkan dengan penggaris yang tertempel pada alat. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji <em>paired sample T test</em> dan menentukan kesimpulan gambaran fleksibilitas hamstring mahasiswa fisioterapi universitas bali internasional. Hasil dari penelitian ini adalah nilai signifikansi alat rancang bangun dengan alat pembanding menggunakan uji paired sample t test sebesar 0,196. Hasil pengukuran 31 mahasiswa dalam kategori cukup dan baik. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa data terdistribusi normal berdasarkan uji <em>Saphiro-Wilk</em>, dan uji paired sample t-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara metode pengukuran digital dengan manual (p = 0,196) yang dilakukan terhadap 31 orang subjek penelitian. Hasil pengukuran yang dilakukan menunjukkan rerata subjek berada dalam kategori fleksibilitas cukup dengan perbedaan berdasarkan usia dan jenis kelamin.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3403Metaanalisis Pengaruh Konstruk Modal Sosial: Partisipasi Sosial dan Kepercayaan Sosial terhadap Depresi pada Lansia2024-10-15T05:05:17+00:00Joko Tri Atmojojokotriatmojo1@gmail.comFarahdila Mirshantilivana.ph@gmail.comIka Yuliantilivana.ph@gmail.comAnggun Fitri Handayanilivana.ph@gmail.comAris Widiyantolivana.ph@gmail.com<p>Era populasi global yang semakin menua, kesehatan mental lansia menjadi isu yang mendesak untuk diperhatikan. Depresi yang kini memengaruhi sekitar 7% dari populasi lansia di seluruh dunia, sering kali muncul akibat kurangnya partisipasi sosial dan kepercayaan antar individu. Tingginya angka kesepian dan isolasi yang dialami oleh banyak orang tua, sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat melindungi mereka dari risiko depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh konstruk modal sosial (partisipasi sosial dan kepercayaan sosial) terhadap risiko depresi pada lansia. Penelitian ini merupakan metaanalisis dan telaah sistematis dengan menggunakan diagram PRISMA. Pencarian studi primer melalui beberapa <em>indexing database</em> diantaranya: PubMed, Google Cendekia, Scopus, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan untuk mempermudah pencarian artikel yaitu; <em>“Social participation AND Social trust”, atau “Social capital construct”, atau “Social participation AND depression” atau “Social trust AND depression”</em>. Kriteria inklusi penelitian ini adalah artikel yang terpublikasi menggunakan desain studi <em>cross-sectional</em> hingga tahun 2024, dengan 801 artikel yang ditemukan sedangkan artikel yang memenuhi kriteria sejumlah 11 artikel. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan program metaanalisis RevMan 5.4 dengan pendekatan <em>fixed effect </em>dan <em>Random effect</em> untuk menyajikan data berupa <em>forest plot </em>dan <em>funnel plot</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi sosial tinggi (aOR= 0.78; 95%CI= 0.61 hingga 1.00; p= 0.050) dan kepercayaan sosial yang tinggi (aOR= 0.52; 95%CI= 0.41 hingga 0.66; p<0.001) menurunkan risiko depresi pada lansia, dan keduanya secara statistik signifikan.</p>2025-03-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3722Tantangan Eksternal dan Internal Implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama: Studi Literatur2025-03-06T12:44:56+00:00Meiliza Izzatika izzatika10@gmail.comRizma Adlia Syakurah rizmaa.syakurah@gmail.comNajmah Najmahhaerullatif@ymail.com<p>Kapitasi berbasis kinerja (KBK) diterapkan oleh BPJS Kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan di FKTP. Meskipun diharapkan mengurangi biaya dan meningkatkan integrasi pelayanan, namun penerapannya menghadapi tantangan yang berbeda termasuk faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi implementasi KBK menggunakan kerangka CFIR. Penelitian ini menggunakan literature review untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi implementasi KBK di FKTP. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dari database seperti Google Scholar dan PubMed, dengan fokus pada implementasi KBK, indikator kinerja, dan tantangan yang dihadapi di FKTP dalam mencapai indikator. Sebanyak 299 artikel ditemukan, 256 artikel tidak relevan dan 10 artikel dianalisis sesuai kerangka PICO artikel yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir (2019–2024). Faktor eksternal seperti perubahan kebijakan, pandemi COVID-19, dan kurangnya pedoman teknis mempengaruhi implementasi KBK, sementara faktor internal termasuk komunikasi yang buruk, SDM terbatas, masalah TI, dan insentif yang kurang. Implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di FKTP Indonesia terhambat oleh faktor eksternal seperti perubahan kebijakan, pandemi, dan dukungan keuangan terbatas, serta faktor internal seperti komunikasi buruk, SDM terbatas, infrastruktur TI lemah, dan insentif tidak memadai. Untuk meningkatkan efektivitas, stabilitas kebijakan, perbaikan komunikasi, dan dukungan insentif perlu diperhatikan.</p> <p> </p>2025-03-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3719Hubungan Kejadian Hipertensi dengan Fungsi Kognitif pada Lansia2025-03-05T06:53:54+00:00Yosep Purnairawanyoseppurnairawan@gmail.com<p>Lanjut Usia merupakan suatu keadaan yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Lansia biasanya ditandai dengan beberapa penurunan dan perubahan, seperti perubahan fisik, emosional, dan kehidupan sosial, termasuk gelaja-gelaja kemunduran fisik yang dialami dan menurunya daya ingat. Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling sering muncul di negara berkembang seperti Indonesia. Tujuan penelitian: yaitu untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi dengan fungsi kognitif pada lansia. Metode: Jenis penelitian kolerasional dengan pendekatan cross sectional, sampel berjumlah 174 orang menggunakan aksidental sampling. Tehnik pengambilan sampel menggunakan kuesioner. Uji validitas intrumen dinyatakan valid dan nilai reliabilitas >0,60. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: penelitian ini menunjukan nila uji chi square hubungan dukungan sosial dengan fungsi kognitif pada lansia dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara kejadian hipertensi dengan fungsi kognitif pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi.</p>2025-03-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3697Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan tentang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender 2025-02-19T17:18:27+00:00Indah Yulianilivana.ph@gmail.comQeis Al Hafisalhafisqeis@gmail.com<p>Pemahaman dan pengetahuan tentang LGBT menjadi salah satu pondasi penting bagi remaja awal agar tidak terjerumus dalam orientasi seksual yang menyimpang di kemudian hari atau saat memasuki fase remaja akhir, karena LGBT telah menjadi masalah yang menyebar luas tidak terkecuali di wilayah Rangkasbitung. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis mengenai “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan tentang Lesbian, Gay, Biseksual, Dan Transgender. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di SMPN 6 Rangkasbitung . Sampel pada penelitian ini sebanyak 85 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Variabel independen adalah umur, jenis kelamin, dan persepsi. Variabel dependen adalah pengetahuan tentang LGBT.Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Analisis statistic menggunakan regresi logistic berganda. Hasil analisis bivariat penelitian didapatkan nilai p value 0.009 dan hasil multivariat p value 0.012 < 0.05, hasil ini menunjukan bahwa jenis kelamin memberikan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan responden tentang LGBT. Sedangkan persepsi dan umur tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan responden terkait LGBT.</p>2025-03-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3726Pengaruh Terapi Menulis Terapeutik (Scriptotherapy) Pada Tingkat Kecemasan Kesehatan 2025-03-07T08:51:12+00:00Ni Made Ayu Wulansarinimadeayu@stikestelogorejo.ac.idFelicia Risca Ryandinifelicia_riska@stikestelogorejo.ac.idRagil Aidil Fitriasari Addiniragil@stikestelogorejo.ac.idHeni Kristiani120051@stikestelogorejo.ac.id<p>Kasus peningkatan penyakit kronis dan multimorbiditas akan semakin tinggi jika ditambahkan perilaku Kesehatan penderita yang tidak sehat. Hubungan penyakit kronis dengan masalah psikologis salah satunya kecemasan ditemukan berhubungan sangat kuat. Salah satu cara dalam menangani masalah psikologis kecemasan pada Kesehatan adalah terapi menulis terapeutik. Desain penelitian ini adalah Pre Experimental dengan satu kelompok diberikan terapi menulis dan diukur pre dan post kecemasan, Jumlah sampel adalah 32 responden dengan Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil p Value lebih dari 0,005 yang berarti tidak ada pengaruh terapi menulis pada perubahan skor kecemasan Kesehatan. Hal ini dikarenakan oleh durasi terapi, lingkungan dan perlu adanya kombinasi dengan konseling.</p>2025-03-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3723Literature Review: Kualitas Udara dalam Ruang dan Kualitas Hidup Penyintas Covid-192025-03-06T13:16:11+00:00Hamzah Hasyimhaerullatif@ymail.comIdan Awaludinidanawaludin@gmail.comYuanita Windusariywindusari@yahoo.com<p>Setiap orang yang telah terinfeksi Covid-19 dan dinyatakan sembuh, berpotensi mengalami gangguan kesehatan permanen yang dapat berdampak pada produktivitasnya. Hal ini diperburuk dengan keberadaan polutan udara dalam ruang. Penelitian ini merupakan jenis literature review dengan pendekatan narative review Kata kunci yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu “Indoor air quality” AND “Covid-19 Survivors”, dan “Health quality of life” AND “Covid-19 Survivors”. Penelusuran referensi ilmiah difokuskan pada publikasi tahun 2022 – 2024. Tahapan yang dilakukan dalam Prisma Flow iagram yang terdiri dari identification, screening, eligibility, dan inclusion criteria. Polutan udara berupa particulate matter (PM) 2.5 dalam ruang berkontribusi dalam meningkatkan risiko gangguan fungsi paru menetap bagi para penyintas Covid-19. Selain itu, penyintas Covid-19 akan mengalami penurunan kualitas hidup hingga lebih dari 2 tahun. Penyintas Covid-19 berpotensi mengalami penurunan fungsi paru dan kualitas hidup sebagai dampak dari paparan polutan udara sdalam ruang etiap hari.</p>2025-03-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3649Hubungan Paparan Media Sosial Kesehatan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Mahasiswa Kesehatan2025-01-28T09:47:05+00:00Aris Widiyantowidiyanto.aris99@gmail.com<p>Paparan informasi kesehatan melalui media sosial menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa kesehatan, akan pentingnya perilaku pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan media sosial yang memuat informasi kesehatan dengan perilaku pencegahan PTM pada mahasiswa kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 mahasiswa kesehatan yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang memuat variabel paparan media sosial kesehatan dan perilaku pencegahan PTM. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial kesehatan dengan perilaku pencegahan PTM (p<0,005). Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial kesehatan dapat menjadi salah satu sarana yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan PTM, khususnya pada mahasiswa kesehatan.</p>2025-03-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3715Uji Content Validity Index pada Kuesioner Penilaian Kinerja Infection Prevention and Control Link Nurse (IPCLN)”2025-03-03T03:09:35+00:00Dewanti Widya Astaridewantiwidya@gmail.com<p>Evaluasi kinerja Infection Prevention Control and Link Nurse (IPCLN) memerlukan alat ukur yang dapat dipercaya, salah satunya adalah menggunakan kuesioner. Namun, pengembangan kuesioner harus melalui proses validasi untuk memastikan bahwa alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang dimaksudkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas index dari kuesioner kinerja IPCLN. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis Content Validity Index (CVI) untuk menilai validitas isi. Validitas di uji melalui pendekatan validitas isi yaitu menggunakan Content Validity Index (CVI). Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 34 orang IPCLN. Analisis dimulai dari expert review, penilaian relevansi item, perhitungan CVI untuk setiap item, perhitungan CVI keseluruhan Scale Content Validity Index (S-CVI), dan interpretasi hasil. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata Content Validity Index (CVI) adalah 0,938, menandakan validitas isi yang baik. Item-item kuesioner telah mencakup aspek penting terkait pengendalian infeksi, seperti pelaksanaan surveilans, edukasi, pelaporan, dan koordinasi. Kuesioner IPCLN yang digunakan dalam penelitian ini terbukti valid secara isi dan dapat menjadi alat ukur yang andal dalam menilai kinerja IPCLN di fasilitas kesehatan. Validasi lebih lanjut, seperti uji reliabilitas dan validitas konstruk, disarankan untuk memastikan kualitas kuesioner secara keseluruhan.</p>2025-03-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/2310Analisa Kadar Kadmium dalam Darah Pekerja Las Berdasarkan Masa Kerja2024-08-14T18:43:50+00:00Apri Saryanilivana.ph@gmail.comTri Harningsihtri.harningsih@stikesnas.ac.id<p>Fumes atau asap yang dihasilkan dari proses pengelasan mengandung Cd2+ dan kadmium oksida (CdO). Kawat katoda yang digunakan pada alat las merupakan sumber pencemaran kadmium pada pekerja las. Masa kerja yang lama dapat mempengaruhi kesehatan pada pekerja yang berhubungan dengan lamanya paparan logam kadmium selama proses pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar kadmium dalam darah pekerja las dengan masa kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah pekerja las di kecamatan Ngemplak yang berjumlah 20 responden dengan kriteria merupakan pekerja las, masa kerja >1 tahun dan menandatangani informed consent. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah darah yang diperiksa menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Kota Yogyakarta. Analisis data penelitian dilakukan uji spearman's rho. Hasil penelitian terhadap 20 responden adalah tidak ada hubungan kadar kadmium dalam darah pada pekerja las berdasarkan masa kerja. Responden dengan masa kerja terlama, yaitu 25 tahun dengan kadar kadmium 3,565 µg/L dan responden dengan masa kerja terbaru, yaitu 2 tahun terdapat dua responden dengan kadar kadmium 2,277 µg/L serta 4,846 µg/L. Kadar kadmium dalam darah tertinggi pada penelitian ini adalah 7,358 µg/L. Kadar kadmium dalam darah terendah pada penelitian ini adalah 2,277 µg/L.</p>2024-12-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3213Analisis Prevalensi Sifilis Berdasarkan Pemeriksaan Treponema Pallidum RAPID (TP-RAPID)2024-09-28T04:21:32+00:00Gina Rahayu Putrigginarahayuputri@gmail.comArif Bimantaralivana.ph@gmail.comNazula Rahmalivana.ph@gmail.com<p>Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dari subspesies pallidum. Pemeriksaan untuk deteksi dini sifilis pemeriksaan TP-Rapid dengan metode imunnokromatografi, salah satu Puskesmas yang menyediakan layanan tersebut yaitu Puskesmas Gamping II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa prevalensi penyakit sifilis berdasarkan pemeriksaan TP-Rapid dari tahun 2021 hingga 2023 pada salah satu Puskesmas di Yogyakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan sampel data sekunder dari arsipan Puskesmas dan diolah menggunakan SPSS. Berdasarkan penelitian ini didapati bahwa tahun 2022 memiliki variabilitas terbesar, dengan rentang nilai yang paling luas. Sebaliknya, tahun 2021 menunjukkan variabilitas terkecil, ditandai dengan satu outlier yang mencolok. Tahun 2023 memperlihatkan median yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan distribusi data yang lebih terpusat. Berdasarkan jenis kelamin pasien laki-laki mengalami peningkatan dibanding pasien wanita begitu juga pasien dengan usia produktif lebih mendominasi dibandingkan pasien non-produktif. Kenaikan jumlah kasus sifilis dapat di sebabkan oleh beberapa hal seperti keadaan setelah wabah covid 19 yang sempat terjadi pada tahun 2020 sehingga masyarakat bisa mulai melakukan pemeriksaan rutin lagi, serta penurunan jumlah bisa berasal dari diri pasien sendiri yang telah sembuh. Kesimpulan menunjukan tahun dengan kasus paling tinggi yaitu 2022 diikuti 2023 dan paling rendah 2021, dengan pasien paling banyak dari pasien laki-laki dan pasien dengan usia produktif.</p> <p> </p>2025-01-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3623Hubungan Sikap dengan Kepatuhan Pelaksanaan Patient Safety pada Mahasiswa S1 Keperawatan2025-01-07T09:18:51+00:00Ahmad Azhariahmadazhari0304@gmail.comEnok Sureskiarties202@umkt.ac.idJoanggi Wiriatarina Hariantojwh794@umkt.ac.id<p>Keselamatan pasien adalah sebuah sistem dimana rumah sakit menyediakan layanan yang lebih aman bagi pasien. Implementasi keselamatan pasien di rumah sakit bertujuan untuk menjamin keamanan dan keselamatan selama pemberian layanan. Insiden keselamatan pasien yang melibatkan mahasiswa keperawatan dapat terjadi dalam berbagai situasi. Untuk mengurangi risiko insiden yang dapat membahayakan pasien maupun mahasiswa, diperlukan dukungan dari berbagai aspek dalam mendukung mahasiswa menerapkan keselamatan pasien. Sikap mahasiswa keperawatan menjadi salah satu faktor kunci dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam beberapa aspek pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap dan kepatuhan mahasiswa keperawatan tingkat sarjana dalam penerapan keselamatan pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan metode cross-sectional pada 121 mahasiswa semester 7. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank. Mayoritas responden menunjukkan sikap positif (52,1%) dan kepatuhan dalam penerapan keselamatan pasien (53,7%). Hasil analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara sikap dan penerapan keselamatan pasien (P = 0,001; koefisien korelasi = 0,289). Hubungan ini bersifat positif dengan kekuatan cukup, di mana sikap yang lebih positif cenderung meningkatkan tingkat kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan keselamatan pasien</p>2025-01-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3609Pengaruh Terapi Musik ‘Weightless’ terhadap Kecemasan Pasien Pre Operatif dalam Perspektif Keperawatan2024-12-24T08:01:50+00:00Kurnia Harlikurnia_harli@unsulbar.ac.idIrfan Irfanlivana.ph@gmail.comSiti Fatima Azzahralivana.ph@gmail.com<p>Kecemasan merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien pre-operatif, yang dapat berdampak pada kondisi psikologis dan fisiologis pasien selama masa perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi musik Weightless terhadap kecemasan pasien pre-operatif dalam perspektif keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan time series. Sebanyak 16 pasien pre-operatif elektif berusia ≥17 tahun menjadi responden. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS-A) versi Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Friedman dan uji post hoc Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat kecemasan pasien setelah diberikan terapi musik Weightless (p < 0,05). Responden yang sebelumnya mengalami kecemasan berat, setelah intervensi terapi musik Weightless, mayoritas tidak mengalami kecemasan. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi musik Weightless dapat menjadi alternatif nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi kecemasan pre-operatif.</p>2025-01-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3363Pengaruh Pijat Endlave sebagai Upaya Terapi Komplementer terhadap Dismenore Remaja2024-10-07T07:42:54+00:00Anik Sulistiyantianik_sulis@udb.ac.idLilik Hanifahlivana.ph@gmail.comAyu Fitria Ningsihlivana.ph@gmail.com<p>Disminore diartikan sebagai keluhan suasana hati yang buruk dan masalah nyeri dibagian perut bawah dan uterus berkontraksi berhari-hari untuk mengeluarkan darah haid yang terasa sakit di hari pertama menstruasi dan faktor pada remaja itu sendiri dengan aktivitas yang pasif dan kurang gerak. Organisasi Kesehatan Dunia, dismenore cukup umum terjadi memperkirakan sekitar 50% wanita di setiap negara menderita dismenore. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek pijat Endlave (kombinasi Endorphin dan Aromaterapi Lavender) dalam menurunkan disminore pada remaja. Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pre-eksperimen pendekatan one group pre-test post-test without control design serta Remaja SMK Citra Medika Sukoharjo sebagai sampel penelitian ini menggunakan random sampling sejumlah 30 responden yang sebelumnya dilakukan pengukuran skala nyeri dengan intervensi perlakuan pijat Endlave kemudian setelahnya dilakukan pengukuran skala nyeri dengan memenuhi kriteria penelitian. Data diperoleh sebelum intervensi perlakuan pijat sebesar yaitu 4,36 sedangkan nilai rata-rata setelah diberikan intervensi perlakuan pijat sebesar 3,18 dengan selisih 1,18. Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon test dengan hasil Test Z -4,605 sehingga nilai p yaitu 0,0000< 0,005 sehingga disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Pijat Endlave Sebagai Upaya Terapi Komplementer Terhadap Dismenore Remaja.</p>2025-01-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3541Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Kerja Perawat Puskesmas: Literature Review2024-11-20T13:28:03+00:00David Setiawandavidsetiawan@pps.unipdu.ac.idHerin Mawartisoniponki@gmail.comNasrudin Nasrudinnasrudin@fik.unipdu.ac.id<p>Kepuasan kerja merupakan salah satu aspek penting yang dapat mempengaruhi kinerja dan produktivitas pegawai, termasuk perawat di Puskesmas. Pengelolaan kepuasan kerja akan tepat sasaran jika diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan mengulas dan menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat Puskesmas serta pengelompokan faktor-faktor tersebut. Artikel ini merupakan Literature review untuk menganalisis artikel yang berfokus pada pembahasan kepuasan kerja perawat. Pencarian dalam database dari sumber data: Google Scholar, Science Direct, Pubmed, ProQuest dan Perpusnas. Kata kunci “factor” AND “job satisfaction” AND “nurse” AND “primary healthcare”untuk literatur yang diterbitkan antara Januari 2021 hingga Juni 2024. Sebanyak Data disusun, diringkas dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Jumlah studi yang memenuhi kriteria inklusi dari 41 artikel yang eligible didapatkan 12 artikel. Selanjutnya artikel dianalisis untuk mengali data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kinerja perawat di puskesmas; yaitu faktor gaji, insentif, tunjangan dan kompensasi ,faktor lingkungan kerja, adanya promosi jabatan dan peluang pengembangan karir, tunjangan di luar gaji, rekan kerja, beban kerja, pengawasan dari atasan, motivasi, tanggungjawab, keselamatan dan kesehatan kerja, kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan, tipe puskesmas, status kepegawaian, jenis kelamin, usia dan status kewarganegaraan. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat puskesmas dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori faktor, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.</p>2025-01-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3577Konsep Analisis Kualitas Hidup Penderita Gagal Ginjal2024-12-05T01:02:58+00:00Vita Adrianivitayulia475@gmail.comNurfitriyana Tunylivana.ph@gmail.comDwi Tristining Dyahlivana.ph@gmail.comPurwono Purwonolivana.ph@gmail.comDiana Tristiyaningrumlivana.ph@gmail.comSiti Aisahlivana.ph@gmail.comMohammad Fatkhul Mubinlivana.ph@gmail.comSatriya Pranatasatriya.pranata@unimus.ac.idAric Vranadalivana.ph@gmail.com<p>Penderita gagal ginjal mengalami gangguan sistem metabolic dan gejala fisik yang berdampak pada aspek psikis, sosial dan spiritual. Secara keseluruhan kondisi penderita gagal ginjal akan berpengaruh pada kualitas hidup yang buruk. Konsep kualitas hidup sangat penting dalam ranah pelayanan untuk memahami kondisi dan berimplikasi pada perawatan yang berkualitas. Tujuan analisis ini untuk konsep menjelaskan lebih spesifik tentang kualitas hidup penderita gagal ginjal kronis. Analisis konsep kualitas hidup dengan dilakukan melalui tinjauan artikel yang relevan dari database Pubmed, Sciencedirect, Googlescholar dan ProQuest dengan kriteria jurnal berbahasa inggris, <em>fulltex</em>, <em>open access</em>, publikasi 5 tahun terkahir (mulai tahun 2019-2024), menggunakan kata kunci “<em>Quality of Life</em>”, “<em>quality of life of chronic renal failure</em>”, “<em>concept analysis,</em>”. Pencarian artikel didapatkan 30 artikel untuk dilakukan review dengan menggunakan teori Walker dan Avant untuk memperjelas atribut utama dan faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis. Hasil analisis ditemukan bahwa konsep kualitas hidup penderita gagal ginjal terdiri dari 4 atribut yaitu aspek fisik, aspek psikologis, aspek social dan aspek lingkungan. Atribut ini menjadi domain utama untuk menilai kualitas hidup pasien gagal ginjal secara komprehensif. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat merancang intervensi yang mendukung dimensi fisik, emosional, sosial, dan lingkungan pasien. Pendekatan ini memastikan praktik perawatan lebih berfokus pada kebutuhan individu dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.</p>2025-01-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3638Literatur Review: Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kejadian Leptospirosis di Indonesia2025-01-16T17:01:49+00:00Harry Cahya Maulanaharrycahya012@gmail.comYuanita Windusariywindusari@yahoo.comHamzah Hasyimhamzah@fkm.unsri.ac.id<p>Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri <em>Leptospira sp. </em>Penyakit ini ditularkan pada manusia melalui kontak langsung ataupun tidak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi bakteri <em>Leptospira</em>. Pada tahun 2023 di Indonesia dilaporkan 2554 kasus leptospirosis dengan CFR 8% yang tersebar di 12 Provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi kejadian leptospirosis di Indonesia. Metode penelitian ini adalah literatur review yang bersumber dari <em>ScienceDirect</em>, <em>ProQuest</em>, Garba Rujukan Digital (GARUDA) Kemdikbud, dan <em>Google Scholar</em>. Terdapat 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil literatur review dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan yang mempengaruhi kejadian leptospirosis di Indonesia meliputi keberadaan tikus, kondisi saluran pembuangan air limbah / selokan, keberadaan sampah, adanya genangan air, riwayat banjir, lokasi tempat tinggal dekat sungai dan sawah, kondisi fisik rumah, keberadaan hewan ternak dan hewan peliharaaan, serta kondisi lingkungan abiotik meliputi suhu, kelembaban, dan pH. Pada kajian <em>literatur review </em>ini keberadaan tikus dan kondisi saluran pembuangan air limbah yang buruk merupakan faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi kejadian leptospirosis di Indonesia</p>2025-01-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3626Literatur Review: Intervensi Skin to Skin Contact untuk Ibu dan Bayi Baru Lahir2025-01-09T11:43:22+00:00Tetti Solehatitetti.solehati@unpad.ac.idGita Mujahidahlivana.ph@gmail.comVina Fuji Lastarilivana.ph@gmail.comDiana Ulfahlivana.ph@gmail.comAgustin Agustinlivana.ph@gmail.comCecep Eli Kosasihlivana.ph@gmail.com<p>Setiap bayi baru lahir (BBL) memerlukan kehangatan setelah dilahirkan sebagai bentuk adaptasi bayi diluar uterin. Perawatan bayi yang tepat pada awal kelahiran dapat mengurangi kematian BBL. Tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perawatan <em>skin to skin contact</em> pada bayi baru lahir dengan berbagai keadaan. Desain penelitian <em>lielatur review</em>. Pencarian artikel menggunakan kata kunci “<em>Therapy” AND “Intervention” AND “</em><em>Non Farmakologi” AND “skin to skin contact”</em><em>. </em>dengan bantuan database <em>Willey, Pubmed,</em> <em>Science Direct</em><em>, </em><em>Sprink Link, Cambridge, </em>serta <em>Taylor & France </em>. Kriteria inklusi penelitian ini adalah: jenis artikel primer yang dipublikasikan <em>full text</em> dalam rentang tahun 2010-2020, penelitian kuantitatif yang membahas tentang pengaruh <em>skin to skin contact</em> pada BBL. Hasil pencarian artikel didapatkan 1.449 artikel. <em>Willey</em> 157 artikel, <em>Pubmed</em> 189 artikel, <em>science direct</em> 125 artikel, <em>sprink link</em> 645 artikel, <em>Cambridge</em> 210 artikel, <em>Taylor & France Online</em> 123 artikel. Setelah disesuaikan kriteria inkluasi, maka tersisa 14 artikel yang kemudian ditelaah kualitasnya dengan menggunakan JBI. SSC efektif dalam meningkatkan interaksi vokal dan menurunkan tangisan bayi, meningkatkan penurunan tinggi fundus uteri, mengurangi stres oksidatif ibu dan risiko infeksi neonatal, meningkatkan inisiasi menyusui, menstabilkan berat bayi, meningkatkan <em>breastfeeding, </em>meningkatkan fungsi sistem saraf autonomis pada bayi dengan penyakit jantung bawaan, dan meningkatkan perkembangan fisik bayi. SSC berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan BBL dan ibunya sehingga disarankan sebagai terapi untuk perawatan BBL di rumah sakit dan di rumah<em>.</em></p>2025-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3633Pengaruh Lamanya Penggunaan Kontrasepsi Suntik Depomedroksi Progesteron Asetat (DMPA) dengan Kejadian Hipertensi pada Akseptor KB Suntik2025-01-13T08:33:24+00:00Endah Dwi Pratiwiendah92pratiwi@gmail.comTheresia Mindarsihlivana.ph@gmail.com<p>Kontrasepsi merupakan salah satu program Keluarga Berencana yang dikategorikan sebagai metode berjangka panjang dan pendek. KB suntik merupakan metode kotrasepsi jangka panjang yang daya kerjanya panjang (lama) dan sangat efektif, pemakaiannya sangat praktis, harganya relative murah, aman dan tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau setiap akan bersenggama, tetapi tetap reversible. Namun alat kontrasepsi suntik juga mempunyai banyak efek samping seperti perubahan tekanan darah, gangguan haid, depresi, keputihan bertambah, jerawat, perubahan libido, perubahan berat badan, pusing, sakit kepala dan hematoma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lamanya penggunaan kb suntik DMPA terhadap kejadian hipertensi akseptor kb suntik di kabupaten kupang. Penelitian deskriptif dengan metode survey dengan studi retrospektif dilakukan dari bulan Oktober sampai dengan November 2024 di wilayah kerja Puskesmas seluruh Kabupaten Kupang. Sampel adalah akseptor yang telah menggunakan KB suntik 3 bulan lebih dari satu tahun, dengan jumlah 100 akseptor. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan data primer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara lamanya penggunaan KB suntikDMPA terhadap kejadian hipertensi, hal ini dapat ditunjukkan oleh nilai Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05, serta nilai koefisien korelasi adalah 0, 228 yang artinya ada hubungan tetapi lemah. Ada banyak faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan mengenai faktor yang berpengaruh pada kejadian hipertensi pada Akseptor KB.</p>2025-02-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3674Risk of Falls in Elderly Parents with Chronic Diseases2025-02-04T10:05:09+00:00Eva Noor Maharani122042@stikestelogorejo.ac.idLola Nanda Permatasari 122066@stikestelogorejo.ac.idIka Putri Ismayati 122055@stikestelogorejo.ac.idLinda Agustin 122064@stikestelogorejo.ac.idVivi Soviantivivisovianti@stikestelogorejo.ac.id<p>Chronic conditions in the elderly, such as hypertension, diabetes, heart disease, and nerve disorders, have a higher tendency to cause balance and body coordination problems, which contribute to falls. Falls among elderly individuals with chronic diseases are a serious health issue because they can increase morbidity and mortality rates and reduce the quality of life. The population in this study consisted of 107 elderly people suffering from chronic diseases, with a sample size of 84 respondents. The sampling technique used was purposive sampling with the following inclusion criteria: elderly individuals suffering from chronic diseases. The exclusion criteria included those who did not experience hearing, vision, or speech impairments, dementia, or total paralysis. The research instrument used was the Morse Fall Scale (MFS). The data obtained were analyzed using descriptive statistics via SPSS. The results showed that the majority of respondents with chronic diseases were aged 60–70 years (94.0%), with 63.1% being female. Regarding the number of chronic diseases, 44.3% of respondents had one chronic disease. The fall risk scale indicated that 41.7% had a low risk of falling, 36.9% had no risk, and 21.4% had a high risk. The conclusion of this study is that elderly individuals with chronic diseases have varying fall risks, both low and high.</p>2025-03-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3679Nursing Intervention on Chronic Disease Patient2025-02-07T10:28:55+00:00Alfiyana Awaliyahlivana.ph@gmail.comAndini Dewi Aprilyalivana.ph@gmail.comAulia Eka Juliantilivana.ph@gmail.comCinta Mirta Putri Oktavianilivana.ph@gmail.comNi Made Ayu Wulansarinimadeayu@stikestelogorejo.ac.id<p>Chronic diseases, such as diabetes mellitus (DM), hypertension, and stroke, are the leading causes of global mortality that significantly affect patients' quality of life, both physically and psychologically. This study aims to explore the anxiety levels of patients with chronic diseases through a case study on Mr. S, a 59-year-old man with a history of DM, hypertension, and stroke. Data collection was carried out through interviews, observations, and physical examinations, as well as using the Health Anxiety Inventory questionnaire to measure anxiety levels. The instrument was tested validity and reliability, so that it can be used to measure anxiety in this study. Study design used case study with interview and quisioner.The data analysed 1) data collection 2) data presentation 3) data reduction 4) conclusion.The research results show that Mr. S has a low level of anxiety (23%) influenced by family support as the main support system, stable financial status, and guaranteed routine medication. The nursing interventions provided included relaxation techniques with lavender aromatherapy, family psychoeducation, and activity diversion. The implementation over two days resulted in positive changes in sleep patterns, anxiety levels, and physical complaints such as dizziness and tension. Family support has proven to play a crucial role in enhancing the patient's coping mechanisms, although supervision is still needed to prevent increased anxiety. This research highlights the importance of a holistic approach in chronic disease management, including psychological interventions, physical treatment, and social support to improve patients' quality of life.</p>2025-03-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3682The Application of Diabetic Foot Exercises on Blood Glucose Levels in Elderly Patients with Type 2 Diabetes Mellitus2025-02-10T02:37:32+00:00Muhammad Asrovi Septiyandiseptiyandiasrovi99@gmail.comMuhammad Iqbal Parikhesitmuhiqbalpmi2001@gmail.comRiris Risca Megawatiriris_risca@yahoo.comSri Puguh Kristiyawatipuguhkristy@stikestelogorejo.ac.idMerly Annawatimerlyjupri@gmail.com<p>Diabetes mellitus is a common disease in the elderly. Tingling is a symptom often felt by people with DM. Diabetic foot exercises are designed to improve blood circulation, strengthen leg muscles, and reduce symptoms of neuropathy, including tingling. Regular physical activity, including diabetic foot exercises, can increase insulin sensitivity, improve glucose metabolism, and help control blood sugar levels. Diabetic exercises are not only beneficial for physical fitness, but also have a direct positive impact on controlling blood glucose levels. Diabetic foot exercises also function to improve blood circulation and improve heart function. Regular physical activity, including exercises, can help improve blood circulation and reduce the risk of diabetes complications, such as neuropathy and foot ulcers. The purpose of this case study is to determine the application of diabetic foot exercises to blood glucose levels in the elderly with Type 2 Diabetes Mellitus at the Srondol Health Center. This type of case study is direct field research with a descriptive quantitative design. This study involved two subjects diagnosed with Type 2 Diabetes. Before the intervention, the initial glucose levels of 240 mg/dl and 197 mg/dl decreased to 211 mg/dl and 158 mg/dl after the exercise session. Diabetic foot exercise is an effective method to lower blood glucose levels and improve the quality of life of people with diabetes. By doing exercise regularly, people with diabetes can better manage their condition and prevent complications that may arise. Based on the results of the case study, it can be concluded that 2 respondents experienced a decrease in blood glucose levels after doing diabetic foot exercise.</p>2025-03-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendalhttps://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/3720The Effectiveness of Avocado Leaf Decoction on Reducing Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes2025-03-06T07:41:48+00:00Ferryan Aqmalrizkiyahnovianti16@gmail.comKarmila Br Kabanlivana.ph@gmail.comCorri Dwi Hartanti Damaniklivana.ph@gmail.comMarlina Harefalivana.ph@gmail.comChalida Nur JBlivana.ph@gmail.comEster Lamudur Br Silabanlivana.ph@gmail.com<p>DM is one of the non-communicable diseases that causes the highest mortality in the world and reduces the quality of life of sufferers due to complications of the disease. Currently, the majority of DM treatments use synthetic materials that have side effects on sufferers so that the sentiment of 'returning to nature' is an alternative choice for DM sufferers using traditional medicinal plants. The purpose of this study was to determine the effectiveness of avocado leaf decoction on reducing blood sugar levels in type 2 DM patients. The type of research used is quasi experiment with pre-test and post-test without control group design. The population in this study were all patients with type 2 diabetes mellitus at the Men Laot Health Center in Sabang City, totaling 140 people. The sample in this study were 58 patients with type 2 diabetes with sampling technique. Data collection was carried out using instruments in the form of GCU tools (to measure KGD), measuring tape / metline (to measure upper arm circumference / LLA) and questionnaires (to obtain primary data in the form of name, age, gender, and occupation). Boil the avocado leaves with 1 1/2 - 2 cups of water for 10 minutes or until the water is reduced by half by heating 200 ml of water in a saucepan, then after the water boils add 4-5 washed avocado leaves. Strain the boiled water, then wait until it cools. Research data analysis is univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon rank test. The results showed that avocado leaf decoction was effective in reducing blood sugar levels in patients with type 2 diabetes (p = 0.036). The conclusion of this study is that avocado leaf decoction is effective in reducing blood sugar levels in patients with type 2 diabetes.</p>2025-03-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal