Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-6 Bulan

Authors

  • Galbi Widad Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar
  • Ananta Fittonia Benvenuto Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar
  • Ananta Fittonia Benvenuto Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar
  • Ronanarasafa Ronanarasafa Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar
  • Made Supartha Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung

Keywords:

bayi usia 0-6 bulan, diare, susu formula

Abstract

Penyakit diare masih menjadi masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara berkembang, dan juga sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. WHO merekomendasikan ASI Eksklusif untuk bayi sampai umur 6 bulan dan kemudian dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI sampai bayi berumur 2 tahun atau lebih. Susu formula merupakan salah satu jenis makanan prelaktal yang sering diberikan pada neonatus. Untuk mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram pada bulan November – Desember 2021. Sampel penelitian sebanyak 78 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square. Responden yang tidak diberi susu formula dan tidak menderita diare sebanyak 23 orang (74,2%). Responden yang diberi susu formula dan tidak menderita diare sebanyak 8 orang (25,8%). Sedangkan responden yang tidak diberi susu formula namun menderita diare sebanyak 22 orang (53,2%), dan responden yang diberi susu formula dan menderita diare sebanyak 25 orang (46,8%). Berdasarkan p value yang didapat melalu uji chi square dengan tabel 2x2 didapatkan p value (0,017) < α (0,05). Adanya hubungan yang bermakna antara pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram.

References

Alam, S., & Syahrir, S. (2017). Hubungan Personal Hygiene Pemberian Susu Formula Dengan Kejadian Diare Pada Bayi di Kelurahan Dannuang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba Tahun 2017. Higiene, 3(2), 76–86. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/hi. Higiene, 3(2), 76–86. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/higiene/article/view/3699/3372

Anggania, G. A. T., Pemsi, M. W., Sefti, R. (2018). Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangkoan. e-Journal Keperawatan (eKp) Volume 6 Nomor 1.

Damayanti, M., & Sjarif, D. R. (2018). Efek Penambahan Laktulosa pada Susu Formula Bayi : Tinjauan Sistematik. Cdk-270, 45(11), 838–842.

Dhea, F. K., Izmi, A. Z., Bintang, R., Rizki, A. (2020). Faktor Risiko Diare Pada Bayi Dan Balita Di Indonesia. Jakarta: Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Herawati, R., & Murni, C. (2018). Hubungan Pemberian Susu Formula Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Maternity and Neonatal, 2(5), 309–317.

Masturoh, I. & Anggita, N. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. 4(3), 57–71.

Iskandar, I., & Maulidar, M. (2016). Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-6 Bulan. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 1(2), 73. https://doi.org/10.30867/action.v1i2.13

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Situasi diare di Indonesia. Jurnal Buletin Jendela Data & Informasi Kesehatan, 2, 1–44.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018, 53(9), 154–165. http://www.yankes.kemkes.go.id/assets/downloads/PMK No. 57 Tahun 2013 tentang PTRM.pdf

Lestari, N. T., & Kurniawati, D. (2021). Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dan Susu Formula Terhadap Kejadian Diare. 2(1), 1–5.

Rahmah, Budiastutik, I., & Widyastutik, O. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Susu Formula pada Bayi Usia 0- 6 Bulan di Puskesmas Karya Mulia Kota Pontianak. Jurnal Mahasiswa Dan Penelitian Kesehatan Faktor, 7(1), 44–50.

Sanjaya, W. (2015). Tanda Bahaya Serta Penatalaksanaan Perdarahan Post-Partum. Intisari Sains Medis, 3(1), 9. https://doi.org/10.15562/ism.v3i1.59

Utami, N., & Luthfiana, N. (2016). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Diare pada Anak. Majority, 5, 101–106. https://www.mendeley.com/catalogue/fdd61f29-e548-30b4-9a02-3d11c3c9b4aa/

Wei, J., Wagner, S., Maclean, P., Brophy, B., Cole, S., Smolenski, G., et al. (2018). Cattle with a precise, zygote-mediated deletion safely eliminate the major milk allergen beta-lactoglobulin. Scientific Reports, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.1038/s41598-018-25654-8

Widiyanto, A., Murti, B., & Soemanto, R. B. (2018). Multilevel analysis on the Socio-Cultural, lifestyle factors, and school environment on the risk of overweight in adolescents, Karanganyar district, central Java. Journal of Epidemiology and Public Health, 3(1), 94-104.

Widiyanto, A. (2017). Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru BTA Positif di Puskesmas Delanggu Kabupaten Klaten. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1), 7-12.

Yuniarti, E., & Vinnata, N. N. (2020). Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Pemberian Susu Formula terhadap Kejadian Diare pada Anak Usia 0 – 2 Tahun. Citra Delima : Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung, 4(1), 7–11. https://doi.org/10.33862/citradelima.v4i1.96

Downloads

Published

2022-07-28

How to Cite

Widad, G., Benvenuto, A. F., Benvenuto, A. F., Ronanarasafa, R., & Supartha, M. (2022). Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-6 Bulan . Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(3), 543–550. Retrieved from https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/346