Pengaruh Terapi Pijat dan Senam Kaki terhadap Risiko terjadinya Ulkus Kaki Diabetik Pasien Diabetes Mellitus Tipe II: Randomized Controlled Trial

Authors

  • Rita Erlina Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Dewi Gayatri Universitas Indonesia
  • Rohman Azzam Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Fitrian Rayasari Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Dian Novita Kurniasih Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso

Keywords:

risiko ulkus kaki diabetik, senam kaki, terapi pijat

Abstract

Pasien diabetes melitus beresiko 15-20% dalam 5 tahun mengalami ulkus kaki diabetik dengan tingkat kekambuhan 50-70%, dan 85% akan menjalani amputasi, namun risiko luka kaki diabetik ini dapat  dicegah  dengan deteksi sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh terapi pijat dan senam kaki terhadap risiko terjadinya ulkus kaki diabetikum  pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kota Cilegon. Rancangan penelitian menggunakan True Experiment dengan pre test–post test with Control group  yang dilakukan randomisasi/ Randomized Controlled Trials. Sampel sebanyak  38 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi 19 orang dan kelompok kontrol 19 Orang. Instrumen penelitian menggunakan sistem kategori stratifikasi risiko IWGDF (International working Group on the Diabetik Foot) untuk menentukan tingkatan risiko ulkus kaki responden. Hasil penelitian pada kelompok intervensi terjadi penurunan bermakna skor risiko Ulkus Kaki diabetik (p 0.01< 0,05) setelah di lakukan terapi pijat dan senam kaki 3 kali seminggu selama 3 minggu. Terapi pijat dan senam  kaki  berpengaruh terhadap penurunan  risiko terjadinya ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe II. Terapi Pijat dan senam kaki dapat dikembangkan sebagai tindakan mandiri perawat pada pasien diabetes melitus tipe II dalam mencegah risiko ulkus kaki diabetik.

References

Alligood, M. R. (2014). Pakar Teori Keperawatan dan Karya Mereka (K. 8 (ed.). AIPNI.

Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian. Rineka cipta, Jakarta.

Damayanti, S. (2015). Diabetes melitus dan penatalaksanaan keperawatan. Nuha Medika.

Fadlilah, S., Sucipto, A., & Rahil, N. H. (2019). Effectiveness of Diabetic Foot Exercises Using Sponges and Newspapers on Foot Sensitivity in Patients With Diabetes Mellitus. Belitung Nursing Journal, 5(6), 234–238. https://doi.org/10.33546/bnj.822

Guyton, A. C., Hall, J. E., 2. (2019). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (13th ed.). Jakarta : EGC,.

Hijriana, I., & Miniharianti. (2022). Foot Massage Dan Joint Mobility Exercises Terhadao Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien DM Tipe 2. Keperawatan Silampari, 5(2020), 650–658.

Imelda, S. I. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya diabetes melitus di Puskesmas Harapan Raya tahun 2018. Scientia Journal, 8(1), 28–39.

Indira, Tommy. Gayatri, Dewi. Dahlia, D. (2022). Kata Kunci: Akupunktur, Kaki diabetik, Neuropaty. 5(2018), 860–867.

Jakosz, N. (2019). Book review – IWGDF Guidelines on the Prevention and Management of Diabetic Foot Disease. Wound Practice and Research, 27(3), 144.https://doi.org/10.33235/wpr.27.3.144

Katuuk, M. E., Sitorus, R., & Sukmarini, L. (2020). Penerapan Teori Self Care Orem Dalam Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan, 8(1), 1–22. https://doi.org/10.35790/jkp.v8i1.28405

Kemendikbud (2015). Ilmu Pijat Pengobatan Refleksi relaksasi.

Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2020.

Khairunnisak, K. (2019). Faktor Yang Berhubungan Dengan Risiko Terjadinya Ulkus Diabetika Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA), 2(2).

Komisi Etik Penelitian Kemenkes. (2017). Pedoman dan Standar Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional. Kementerian Kesehatan RI, 1–158. http://www.depkes.go.id/article/view/17070700004/program-indonesia-sehat-dengan-pendekatan-keluarga.html

Notoadmodjo, S. (2015). metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Nurhanifah, D. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ulkus Kaki Diabetik Di Poliklinik Kaki Diabetik. Healthy-Mu Journal, 1(1), 32. https://doi.org/10.35747/hmj.v1i1.67

Nusantara, Ana Fitria. Kusyairi, A. (2022). Aplikasi Teori Dorothea Orem Pada Perkembangan Perilaku Self Care Pasien Diabetes Mellitus Tipe 1. Jurnal Penelitian Keperawatan, 8(1), 63–68. https://doi.org/10.32660/jpk.v8i1.595

Orem, D. E. (2001). Nursing: concepts of practice / Dorothea E. Orem, with a contributed chapter by Susan G. Taylor and Kathie McLaughline Renpennin (6th ed). Mosby, Inc.

PERKENI. (2019). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2019. In Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1109/MENKES/PER/IX/2007 Tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer-Alternatif di fasilitas pelayanan kesehatan

Prabowo, E., & Puspitasari, L. A. (2018). Kadar Glukosa Darah Tidak Terkontrol dan Hipertensi terhadap Kejadian Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 4(2), 503–510.

Profesional Learning Center.( 2021, 27 September). Skrining kaki diabetic menggunakan IWGDF Assessment Tool [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=IydBO_II_yI

Purwanti, L. E., & Maghfirah, S. (2016). Faktor risiko komplikasi kronis (kaki diabetik) dalam diabetes mellitus tipe 2. The Indonesian Journal of Health Science, 7(1).

Pusdatin. (2018). Infodatin-Diabetes.Pdf.

Roza, R. L., Afriant, R., & Edward, Z. (2015). Faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus yang dirawat jalan dan inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1).

Sastroasmoro, S., & Ismael, S. (2014). Dasar dasar Metodologi penelitian klinis (Edisi 5). Sagung Seto.

Sepang, M. Y. L., Patandung, V. P., & Rembet, I. Y. (2020). Pengaruh Edukasi Terstruktur Dengan Media Booklet Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Mellitus. Jurnal Ilmiah Perawat Manando, 8(1), 70–78. https://ejurnal.poltekkes-manado.ac.id/index.php/juiperdo/article/view/1155/831

Sunarti, & Anggraeni, R. (2018). Efektivitas Kombinasi Senam Kaki Diabetes Melitus Dan Pijat Kaki Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 8(1), 1–5. http://journal.stikeskendal.ac.id/index.

php/PSKM/article/view/186

Soyjoy Indonesia. 2014, 7 Juli. Senam Kaki Diabetisi [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=NuSbed1TuNk

Undang Undang RI Nomor 38 Tahun 2022 tentang Keperawatan

Yulita, R. F., Waluyo, A., & Azzam, R. (2019). Pengaruh Senam Kaki terhadap Penurunan Skor Neuropati dan Kadar Gula Darah pada Pasien DM Tipe 2 di Persadia RS. TK. II. Dustira Cimahi. Journal of Telenursing (JOTING), 1(1), 80–95. https://doi.org/10.31539/joting. v1i1.498

Zukhri, S. (2015). Pengaruh senam kaki terhadap ankle brachial index (ABI) pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. 000. http://ejournal.stikesmukla.ac.id/index.php/motor/article/download/310/298.

Zuryati, M. (2019). Pengaruh Terapi Pijat Menggunakan Vco (Virgin Coconut Oil) Terhadap Penurunan Neuropati Perifer Pada Klien Diabetes Melitus Tipe 2. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice, 1(2), 15–26. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/ijnsp/article/view/4264

Downloads

Published

09/28/2022

How to Cite

Erlina, R., Gayatri, D., Azzam, R., Rayasari, F., & Kurniasih, D. N. (2022). Pengaruh Terapi Pijat dan Senam Kaki terhadap Risiko terjadinya Ulkus Kaki Diabetik Pasien Diabetes Mellitus Tipe II: Randomized Controlled Trial. Jurnal Keperawatan, 14(3), 753–766. Retrieved from http://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/456

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>