Distress pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik

Authors

  • Kharisma Pratama Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Usman Usman Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Syahid Amrullah Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Jaka Pradika Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Cau Kim Jiu Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

DOI:

https://doi.org/10.32583/keperawatan.v16i4.1596

Keywords:

diabetes melitus, diabetes distress scale, ulkus kaki diabetic

Abstract

Ulkus kaki diabetikum merupakan salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes melitus. Komplikasi ini disebabkan oleh banyak faktor yaitu tidak efektifnya perawatan luka, kontrol infeksi yang buruk, gangguan vaskularisasi, penuaan, nutrisi yang tidak adekuat, penyakit penyerta, perilaku merokok, pengobatan tidak teratur, dan gangguan psikologis. Gangguan psikologi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka dan sering dialami oleh penderita diabetes yaitu salah satunya adalah stress. Mengetahui hubungan antara keparahan ulkus kaki diabetik dengan tingkat distress. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 40 pasien dengan ulkus kaku diabetik di klinik speasialis perawatan luka Pontianak. sebagian besar responden rata-rata usia adalah 56,7 tahun, berjenis kelamin perempuan yaitu 27 responden (67%) dan pendidikan SMA sejumlah 18 responden (45%). Rata-rata pasien menderita DM 10,4 tahun, dan sebagian besar tidak mengalami gangguan neuropati yaitu sejumlah 28 responden (70%). Karakteristik luka berada pada kedalaman subcutaneous/dermis to fatty tissue 20 (50%), tidak ada maserasi 25 (62,5%), tidak ada infeksi (12 (30%), luas luka mayoritas 4 cm2< ≤9 cm2 yaitu 10 (25%), dasar luka tampak White, yellow, and/or grey necrotic tissue 20 (50%), tepian luka tidak ada tampilan khusus 20 (50%), dan tidak ada tunneling atau undermining (37 (92,5%). luka yang dialami pasien pada kategori Buruk 26 (65,0 %), mayoritas pasien mengalami distress pada skala sedang yaitu 25 (62,5%). Uji statistik memperlihatkan nilai Pearson Chi Square = 0,026, jika dibandingkan dengan α = 0,05 maka ρ value < 0,05. Ada hubungan antara tingkat keparahan luka dengan distress pada pasien ulkus kaki diabetik.

References

Barus, D. T., Yanti, N., Hadrianti, D., Fitri, G., Faridasari, I., Septiwi, C., Aini, L., Purwoto, A., & Kusumawaty, I. (2023). Manajemen Luka. Global Eksekutif Teknologi.

Derek, M. I., Rottie, J., & Kallo, V. (2017). Hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah sakit pancaran kasih GMIM Manado. Jurnal Keperawatan, 5(1).

Febrianti, F. (2021). Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Literature Review.

Hanif, A. R. (2012). Perbedaan Tingkat Stres Sebelum dan Sesudah Dilakukan DSME Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember. Jember: PSIK UNEJ.

Islam, M. R., Karim, M. R., Habib, S. H., & Yesmin, K. (2013). Diabetes distress among type 2 diabetic patients. International Journal of Medicine and Biomedical Research, 2(2).

Joko, W. (2022). Hubungan Tingkat Stress Dengan Kadar Gula Darah Dan Penyembuhan Luka Gangren Di Dapartemen Penyakit Dalam Rumkital Dr Ramelan Surabaya. Stikes Hang Tuah Surabaya.

Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.

Kusuma, Y. L. H., & Alamudi, Y. (2023). PSIKOLOGI KESEHATAN. E-Book Penerbit STIKes Majapahit, 1–178.

Kusumaningrum, N. S. D., Saputri, A. D., Kusuma, H., & Erawati, M. (2020). Karakteristik Diabetic Foot Ulcer (DFU) pada Individu dengan Diabetes Mellitus (DM): Studi Deskripsi–Cross Sectional. Journal of Holistic Nursing Science, 7(2), 88–98.

Ludiana, L. (2017). Hubungan Kecemasan Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Bantul Kec. Metro Selatan Kota Metro. Jurnal Wacana Kesehatan, 2(1), 5. https://doi.org/10.52822/jwk.v2i1.39

Luthfa, I., & Fadhilah, N. (2019). Self Management Menentukan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Endurance, 4(2), 402–410.

Mariza, A., & Trisnawati, T. (2018). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Ispa Pada Bayi (1-12 Bulan) Di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Tahun 2013. Jurnal Kebidanan Malahayati, 1(2).

Ningrum, T. P., & Siliapantur, H. O. (2019). Faktor-faktor yang Memengaruhi Manajemen Diri Pasien DM Tipe 2. Jurnal Keperawatan BSI, 7(2), 114–126.

Pangestu, M. I. A., & Hidayat, F. (2020). Hubungan Tingkat Depresi Dengan Kadar Gula Darah Pada Penyandang Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Desa Mangunsaren Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Jhnmsa Adpertisi Journal, 1(1), 59–69.

Polonsky, W. H., Fisher, L., Earles, J., Dudl, R. J., Lees, J., Mullan, J., & Jackson, R. A. (2005). Assessing psychosocial distress in diabetes: development of the diabetes distress scale. Diabetes Care, 28(3), 626–631.

Pratama, K., & Phutthikhamin, N. (2017). Implementation of Diabetic Foot Ulcer Prevention Program in the Provincial Hospital, Pontianak, West Borneo, Indonesia. ASEAN/Asian Academic Society International Conference Proceeding Series.

Pratama, K., & Phuttikhamin, N. (2017). Diabetic Foot Ulcer Prevention: An Evidence Based Practice. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 8(2), 79–84.

Putra, A. J. P., Widayati, N., & Sutawardana, J. H. (2017). Hubungan Diabetes Distress dengan Perilaku Perawatan Diri pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember (Correlation between Diabetes Distress and Selfcare Behaviour in People with Type 2 Diabetes Mellitus i. Pustaka Kesehatan, 5(1).

Subramaniam, V. (2015). Hubungan antara stres dan tekanan darah tinggi pada mahasiswa. Intisari Sains Medis, 2(1), 4–7.

Suryati, N. I., & Kep, M. (2021). Buku Keperawatan Latihan Efektif Untuk Pasien Diabetes Mellitus Berbasis Hasil Penelitian. Deepublish.

WHO. (2014). Global status report on noncommunicable diseases 2014 (Issue WHO/NMH/NVI/15.1). World Health Organization.

Yani, S. H. (2019). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetic Foot Ulcer Di Klinik Kitamura Pontianak. Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education, 1(1).

Zhou, Y., Jin, X., Lv, Y., Wang, P., Yang, Y., Liang, G., Wang, B., & Kang, Y. (2017). Early application of airway pressure release ventilation may reduce the duration of mechanical ventilation in acute respiratory distress syndrome. Intensive Care Medicine, 43, 1648–1659.

Downloads

Published

01/09/2024

How to Cite

Pratama, K., Usman, U., Amrullah, S., Pradika, J., & Jiu, C. K. (2024). Distress pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik. Jurnal Keperawatan, 16(4), 1247–1254. https://doi.org/10.32583/keperawatan.v16i4.1596