http://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/far/issue/feed Jurnal Farmasetis 2024-02-12T08:35:45+00:00 Livana PH livana.ph@gmail.com Open Journal Systems <p><img src="blob:https://journal2.stikeskendal.ac.id/d473deb2-89a6-4d3b-b6c2-8384ad235c23" />Jurnal farmasetis merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. Jurnal farmasetis berfokus pada topik teknologi farmasi, manajemen, farmasi sosial, obat tradisional, dan farmakologi yang mencakup 17 pilar meliputi: <em>Pengelolaan resep, Swamedikasi, Manajemen pengelolaan resep, Manajemen rumah sakit, Manajemen apotek, Identifikasi dan determinasi tanaman obat, Standarisasi simplisia tanaman obat, Standarisasi ekstrak tanaman obat, Teknik ekstraksiTeknik isolasi dan pemurnian bahan aktif atau kandungan kimia tanaman obat, Identifikasi dan elusidasi bahan aktif atau bahan kandungan kimia tanaman obat, Semisintesis senyawa bahan bioaktif, Formulasi sediaan obat bahan alam dan studi farmasetiknya, Studi biovialibilitas sediaan obat bahan alam, Uji aktivitas preklinik obat bahan alam : secara in vitro dan in vivo, Uji toksisistas, uji teratogenik dan uji mutagenik, Uji Klinik</em>. Penulis jurnal berasal dari tenaga kesehatan, dosen, mahasiswa, peneliti yang tertarik dalam bidang farmasi. Jurnal diterbitkan pertama kali sejak Juni tahun 2011, dan terbit dengan ISSN versi cetak pada Volume 2 No 1 Juni 2012 dan ISSN versi online pada Volume 6 No 1 Mei 2017. Jurnal farmasetis terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Mei dan November.</p> http://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/2022 Komponen Senyawa Aktif dan Toksisitas Akut dari Ekstrak Etanol Batang Kangkong Pagar 2023-12-31T09:53:27+00:00 Lia Fikayuniar livana.ph@gmail.comj Maya Arfania livana.ph@gmail.com Sudrajat Sugiharta livana.ph@gmail.com Alisya Nabila Agustin livana.ph@gmail.com Ermi Abriyani ermi.abriyani@ubpkarawang.ac.id <p>Tumbuhan kangkung pagar, Ipomea carnea, Jacq., memiliki potensi sebagai antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, antimikroba, penyembuh luka, aktivitas antijamur, aktivitas kardiovaskular, efek embrotoksik, aktivitas penghambat dan aktivitas hepatoprotektif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komponen senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak etanol batang (EEB) kangkong pagar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu ekstraksi dengan maserasi memakai pelarut etanol 70%, penentuan kompenen senyawa aktif secara skrining fitokimia, kemudian pemakaian ekstrak etanol batang kangkong pagar dalam uji taksisitas akut terhadap 5 kelompok tikus putih galur wistar diberikan p.o dosis 500, 1000, 2000, dan 5000 mg/kg selama 14 hari. Analisa statistika menggunakan aplikasi AatBio dalam penentukan LD₅₀ terhadap variansi dosis yang dipakai. Dari hasil ekstrak kental yang didapatkan, dihasilkan rendemen sebanyak 7,795%. Hasil penentuan komponen senyawa aktif dari ekstrak etanol batang kangkong pagar adalah alkaloid, tannin, flavonoid dan kuinon. Hasil dari uji toksisitas akut terhadap hewan uji tikus putih galur Wistar didapatkan nilai LD50 -nya adalah 500mg/kg yang tergolong dalam toksisitas sedang.</p> 2024-02-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Lia Fikayuniar, Maya Arfania, Sudrajat Sugiharta, Alisya Nabila Agustin, Ermi Abriyani http://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1645 Manajemen Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi 2023-09-08T02:45:21+00:00 Nur Aisah Latuconsina nuraisahlatuconsina@gmail.com <p>Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut aspek perencanaan, pengadaan, pencatatan, pendistribusian dan penyimpanan. Secara umum tujuan pengelolaan obat adalah agar obat yang diperlukan tersedia setiap saat dibutuhkan, jumlah yang cukup, mutu yang terjamin dan harga yang terjangkau oleh masyarakat (Herlambang, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai pelaksanaan pengelolaan obat di Instalasi Farmasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data diambil melalui wawancara mendalam kepada informan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan obat di Instalasi Farmasi.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 sampel yang diambil secara purposive sampling. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif yaitu menyimpulkan semua data yang diperoleh dari hasil wawancara maupun dokumentasi yang berkaitan dengan tujuan penelitian ini. Sedangkan penyajian data dilakukan dalam bentuk naskah (content analisis). hasil penelitian menenjukan bahwa dalam perencanaan kebutuhan obat diInstalasi farmasi RSUD Merauke sudah cukup baik. Perencanaan dilakukan berdasarkan stok obat, resep dokter dan yang paling sering dicari pasien. Pengadaan dilakukan dengan membeli langsung ke distibutor melalui surat pesanan, namun kendala dalam pengadaan biasa terjadi karena kekosongan obat di distributor, untuk mengatasi kekosongan obat pihak apotik akan menawarkan atau memberikan kepada pasien obat yang sama kegunaannya walaupun berbeda merek. Pendistributisian obat berdasarkan floor stok dan individual prescribing yang dituliskan disurat pesanan. Pencatatan obat dilakukan hampir setiap hari dan pelaporannya setiap bulan namun pencatatan yang ada di instalasi sendiri belum sepenuhnya dilakukan dengan baik karena terkadang ada obat yang lupa dicatat dan untuk obat yang kadaluarsa tidak dicatat dan belum melaksanakan berita acara pemusnahan.</p> 2024-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Nur Aisah Latuconsina http://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/1565 Preparasi dan Formulasi Krim Liposom Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa) 2023-08-24T08:06:19+00:00 Ahmad Sahlan Baniu alan.stikesbuleleng@gmail.com Audia Triani Olii atolii@gmail.com <p>Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) merupakan tanaman yang bermanfaat untuk kulit karena memiliki kandungan vitamin c dan antioksidan yang cukup tinggi. Namun, ekstrak etanol bunga rosella (EEBR) mengandung beberapa senyawa polar dan senyawa asam yang dapat mengiritasi kulit dan laju permeasi kulit yang lambat. Liposom telah digunakan sebagai sistem penghantaran obat secara topikal yang dapat meningkatkan laju permease dan serta kestabilan zat aktif yang dapat mengatasi masalah pada EEBR. Tujuan penelitian ini melakukan preparasi dan formulasi krim liposom dari EEBR. Preparasi liposom EEBR pada penelitian ini menggunakan metode hidrasi lapis tipis yang dikembangkan menjadi formulasi krim liposom. Hasil optimasi ukuran partikel dari 4 formula diperoleh 2 formula yang memiliki ukuran partikel terkecil yakni 126,05 nm dan 161,91 nm dengan rata-rata hasil penjerapan secara beruntun 82,05% dan 88,27%. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kestabilan krim liposom EEBR dengan kondisi dipercepat, menunjukkan tidak ada perubahan siginifikan. Krim Liposom EEBR memiliki karateristik liposom yang baik dan stabil dalam bentuk sediaan krim.</p> 2024-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ahmad Sahlan Baniu, Audia Triani Olii http://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/2030 Uji Aktivitas Antipiretik Infusa Daun Srikaya (Annona Squamosa L.) terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) yang Diinduksi dengan Pepton 2023-12-31T09:56:31+00:00 Iqbal Juliya Sukmadewi juliyasukmadewi123@gmail.com Nita Fajaryanti nitafajaryanti@stikeskendal.ac.id Tri Nur Azizah trinurazizah@stikeskendal.ac.id <p>Tanaman srikaya, juga dikenal sebagai Annona squamosa L., secara tradisional digunakan sebagai antipiretik dan menurunkan suhu. Menurut penelitian sebelumnya, ekstrak daun srikaya memiliki sifat antipiretik yang sebanding dengan paracetamol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah infusa daun srikaya (Annona squamosa L.) memiliki efek antipiretik pada mencit putih jantan (Mus Musculus) yang diinduksi pepton. Untuk ekstraksi, infusa digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang menggunakan desain penelitian Perbandingan Grup Statis. Dalam penelitian ini, lima belas mencit putih digunakan. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol positif diberi paracetamol, kelompok kontrol negatif diberi Na-CMC 0,5%, dan kelompok perlakuan diberi infusa daun srikaya. Pepton 10% digunakan untuk menginduksi hewan uji. Suhu rektal diukur setiap tiga puluh menit dan terus diukur hingga dua puluh menit setelah diinduksi sepuluh persen pepton. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengamati penurunan suhu mencit selama induksi pepton hingga suhu 120 menit setelah perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infusa daun srikaya (Annona squamosa L.) memiliki efek antipiretik pada mencit putih jantan (Mus musculus) yang diinduksi oleh pepton. Efek antipiretik infusa sebanding dengan efek paracetamol.</p> <p> </p> 2024-03-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Iqbal Juliya Sukmadewi, Nita Fajaryanti, Tri Nur Azizah http://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/2047 Analisis Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Goreng Curah “X” dan Minyak Goreng Kemasan “Y” Berdasarkan Lama Waktu Pemanasan secara Alkalimetri 2023-12-31T10:01:05+00:00 Nurul Fatihaturrizqiyah nurulfatihaturrizqiyah@stikeskendal.ac.id Nita Fajaryanti nitafajaryanti@stikeskendal.ac.id Rose Malinda Andamari Wahyu Utami rosemalinda@stikeskendal.ac.id <p>Minyak goreng adalah bahan utama yang dibutuhkan manusia untuk mengolah makanan dan digunakan sebagai media penggorengan. Penggorengan, yang dilakukan dengan suhu pemanasan yang tinggi dan waktu yang lama, menghasilkan reaksi degradasi minyak yang menghasilkan asam lemak bebas. Asam lemak bebas dapat meningkatkan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah “X” dan minyak goreng kemasan “Y” yang sudah diberi perlakuan pemanasan dengan suhu 170°C, selama 15, 30, dan 45 menit dan untuk mengetahui apakah jumlah kadar asam lemak bebas tersebut sesuai dengan nilai standar SNI 7709-2019 atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode titrasi alkalimetri dengan teknik sampling puposive sampling dan random sampling, data dianalisis dengan uji independent sample test. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah “X” pada pemanasan 15 menit = 0,299%, 30 menit = 0,316%, 45 menit = 0,34%. Kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kemasan “Y” pada pemanasan 15 menit = 0,097%, 30 menit = 0,159%, 45 menit = 0,186%. Dapat disimpulkan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah dengan pemanasan 30 dan 45 menit melebihi SNI 7709-2019. Kadar rata-rata kadar asam lemak bebas antara minyak goreng curah “X” dengan minyak goreng kemasan “Y” terdapat perbedaan yang signifikan.</p> 2024-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Nurul Fatihaturrizqiyah, Nita Fajaryanti, Rose Malinda Andamari Wahyu Utami